Situs Web CIA Pun Diserang Hacker


Situs Web CIA Pun Diserang Hacker
Tri Wahono | Jumat, 17 Juni 2011 | 13:36 WIB

CIA
KOMPAS.com - Aksi kelompok hacker yang mengaku bernama LulzSec yang telah menjebol sejumlah situs-situs perusahaan dan lembaga terkemuka terus terjadi. Kali ini, situs web badan intelijen AS CIA (Central Intelligence Agency) pun jadi korban.
Situs web www.cia.gov sempat mati pada Rabu (15/6/2011) malam selama beberapa jam akibat serangan tersebut. Saat kembali aktif, akses ke situs web tersebut juga dilaporkan sangat lambat dan masih beberapa kali mati. namun, tidak ada keterangan resmi dari CIA.
Belum jelas apa motif serangan tersebut. Namun, Wikileaks dalam akun Twitter yang digunakannya mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan LulzSec untuk mendukung gerakan yang dilakukan aksi whistle blower yang dilakukan selama ini dengan membocorkan dokumen-dokumen rahasia miliak Pemerintah AS.
"Pendukung Wikileaks, LulzSec, menaklukkan CIA. CIA akhirnya harus belajar arti WTF," tulis Twitter Wikileaks. Meski demikian, sampai saat ini tidak ada laporan pencurian data-data penting dari situs tersebut.
Situs web CIA bukan yang pertama jadi korban LulzSec. Sebelumnya, kelompok hacker ini juga menjebol sejumlah situs Sony, Nintendo, Senat AS, dan lainnya. Beberapa hari yang lalu, LulzSec lewat Twitter juga menawarkan diri untuk menyerang situs atas permintaan siapa saja dengan menyebarkan nomor hotline 614-LULZSEC.
Kelompok tersebut mengklaim mendapatkan panggilan telepon ke nomor hotline itu hingga 200 kali per menit. Sejak pengumuman itu, LulzSec sudah menyerang situs layanan customer service magnets.com dengan alasan yang iseng, "Karena mereka tidak bisa menjawab bagaimana magnet bekerja." Berikutnya, situs yang diserang adalah layanan customer service game World of Warcraft.
Gelombang serangan hacker juga melanda di berbagai belahan dunia sejak layanan milik Sony PlayStation Network dibobol beberapa bulan lalu sehingga terpaksa sempat dihentikan. Tercatat situs IMF beberapa kali diserang, juga situs milik Citi Group.
Sumber :
TG Daily

0 komentar: